Categories : Artikel

 

Pencitraan seorang entrepreneur adalah memiliki mobil mewah, kalau punya motor ber-CC besar, naik kapal pesiar, kalau terbang dengan pesawat komersial duduk di kelas satu, berleha-leha di pantai-pantai terindah di dunia sambil menghisap cerutu dan lain sebagainya. Bagaimana gambaran mental yang Anda miliki tentang seorang entrepreneur? Apakah sama atau berbeda?

Bebas uang dan bebas waktu dapat menjadi berkat sekaligus kutukan. Tapi kebanyakan orang yang ingin menjadi entrepreneur kedua hal tersebut yang dikejar. Apakah benar itu kebutuhan yang sebenarnya? Atau sebetulnya hanya mencari kesenangan semata? Mengenai itu, kami simpan untuk perjumpaan di artikel lainnya.

Adam Khoo, seseorang jutawan di usianya yang terbilang muda, dalam bukunya Secrets of Self-Made Millionaire menjelaskan betapa sebenarnya citra mengenai jutawan sudah demikian kaburnya oleh karena proses cuci otak melalui televisi dan film-film agar kita berpikir demikianlah gaya hidup para jutawan serta bagaimana mereka menggunakan uang.

Namun apakah ada jutawan yang hidup seperti itu? Tentu saja ada. Hanya kebanyakan berakhir bangkrut dan atau mati miskin. Contohnya, yang menimpa sebagian besar para artis dan olahragawan. Saat karir dan popularitasnya menanjak dan sedang jaya-jayanya, mungkin uang tidak menjadi masalah. Namun ketika itu semua berlalu (dan pasti akan berlalu), menjadi amat sangat bermasalah dengan uang.

Sepertinya, cuci otak melalui media tersebut di atas berdampak lebih dalam lagi. Ada cukup banyak orang yang finansialnya belum kuat untuk menyokong hidup glamor seperti itu, namun memaksakan diri untuk hidup demikian. Apalagi dengan adanya kemudahan yang bernama kartu kredit.

Ada fenomena menarik yang sering terjadi di kalangan karyawan, yaitu gonta-ganti gadget. Apalagi baru mendapatkan bonus yang telah lama ditunggu-tunggu. Hanya dalam rentang waktu seminggu sampai sebulan, biasanya ada di antara rekan-rekan sejawat yang datang ke kantor dengan gadget baru. Mungkin bukan hanya gadget. Boleh jadi hal-hal lain.

Ketidakmampuan membedakan mana kebutuhan dan keinginan menjadi biang keladi kerontokan para entrepeneur; terutama startup, yang usahanya hancur karena ketidakmampuan mengatur keuangan. Alih-alih berinvestasi pada hal-hal yang penting, malah dialihkan kepada hal-hal yang menyenangkan atau yang lebih parah, menggunakan uang perusahaan untuk kesenangan pribadi.

Apapun posisi Anda saat ini, entah itu karyawan ataupun pengusaha, penting sekali untuk dapat mengelola keuangan. Bila Anda karyawan, setiap bulan Anda masih mendapatkan gaji dan ini seperti nyawa tambahan (sekaligus alasan) untuk kembali berlatih mengelola keuangan. Nah, kalau Anda pengusaha, bagaimana???

Mari berdiskusi melalui Android Apps Jalan Pengusaha. Silahkan unduh GRATIS di http://bit.ly/apps9jp

 Posted on : 20/05/2013

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.