Categories : Artikel

 

Sebuah laporan dari Bank Dunia pernah menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 110 juta orang Indonesia hidup dengan penghasilan kurang dari US$ 2 per hari. Jumlah ini sama dengan jumlah penduduk Malaysia, Vietnam, dan Kamboja apabila digabungkan. Sebagian besar penduduk miskin di Asia Tenggara tinggal di Indonesia.

Angka ini jelas sangat mengkhawatirkan karena kemiskinan dapat melahirkan kelaparan dan kebodohan yang menyebabkan orang menjadi sulit untuk berusaha yang kemudian terciptalah pengangguran. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menyebabkan naiknya angka kejahatan yang ujungnya akan kembali menjadi kemiskinan. Siklus ini bagai lingkaran setan yang menakutkan.

Pemerintah juga tampaknya tengah berupaya memperbaiki kinerja negeri ini dengan sejumlah program yang pro-rakyat seperti yang dipaparkan oleh Presiden SBY dalam kata sambutannya pada awal tahun 2010 di depan para pelaku pasar modal di Gedung Bursa Efek Jakarta. Dari berbagai kebijakan pemerintah dalam upayanya penurunan angka kemiskinan, tampaknya Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) mendapatkan perhatian yang sangat besar. Melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, pemerintah tengah berupaya menyalurkan dana untuk UMKM di daerah-daerah.

Mengapa? Sebab sektor UMKM ini telah terbukti tangguh mampu bertahan dan tidak terimbas Krisis Ekonomi 1998, sedangkan sektor usaha yang lebih besar justru bertumbangan disebabkan krisis ini. Mudradjad Kuncoro mengemukakan bahwa UMKM terbukti tahan terhadap krisis dan mampu bertahan karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri; kedua, tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable; ketiga, menggunakan input lokal; keempat, berorientasi ekspor.

Data selama tahun 1997–2006, jumlah perusahaan berskala UMKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia. Sumbangan UMKM ini terhadap produk domestik bruto (GDP) mencapai 54%–57%, penyerapan tenaga kerja sekitar 96%, kegiatan ekspor melalui pihak ketiga mencapai 91%. Jika Indonesia mampu menjamurkan UMKM, dapat dipastikan tingkat pengangguran di Indonesia akan menurun—karena pengangguran erat hubungannya dengan tingkat kemiskinan. Berkurangnya pengangguran akan mengurangi jumlah masyarakat miskin di Indonesia sehingga lingkaran setan seperti yang disebutkan sebelumnya dapat diputus.

Mudah-mudahan kini Anda memiliki sebuah gambaran sederhana mengapa setiap orang perlu berwirausaha. Jika belum tahu caranya minimal kita dapat mulai mempelajarinya agar momok kehancuran bisnis pada tahun-tahun awalnya dapat diatasi dengan taktis dan dinamis.

 Posted on : 09/01/2013