Categories : Artikel

 

Bersediakah Anda untuk melakukan survei sederhana kepada orang-orang di sekeliling Anda. Tanyakan kepada mereka yang masih menjadi profesional, “Mungkinkah Anda memiliki bisnis sendiri?” Jika jawaban mereka adalah: ya. Lalu tanyakan pertanyaan kedua: “Bisnis seperti apa yang ingin Anda bangun?”

Penulis tidak tahu bagaimana hasil survei Anda. Akan tetapi, survey penulis menunjukkan bahwa 100% responden memberikan jawaban: ya untuk pertanyaan pertama. Namun, ketika pertanyaan lanjutan ditanyakan. Terjadi penurunan persentase yang sangat dramatis. Hanya sekitar 2-3% yang dengan mantap menyebutkan usaha apa yang akan dijalankan. Sebagian besar sisanya menjawab tidak tahu. Malah ada yang balik bertanya kepada penulis, “Ada ide ‘gak buat saya untuk berbisnis apa?” Mungkin juga ada yang diam-diam dalam hatinya kemudian malah sudah mengurungkan niat untuk memiliki bisnis sendiri. Padahal masih tersisa 2 pertanyaan lagi yaitu, “Apakah Anda sudah tahu apa langkah awal dalam memulai bisnis Anda?” dan “Bagaimana Anda mengupayakan agar bisnis Anda mampu bertahan melewati tahun-tahun pertama?”

Keempat pertanyaan tersebut juga telah membuat penulis mengalami kegelisahan selama bertahun-tahun. Pikiran dan perasaan penulis dapat bergerak keluar masuk berpindah ke dalam rentang kelompok survei sederhana tadi. Kadang-kadang penulis merasa mantap dengan apa yang penulis inginkan. Akan tetapi, tidak jarang juga menjadi loyo sendiri ketika mendengar cerita kegagalan yang lebih banyak daripada cerita keberhasilan dalam membangun usaha.

Ada sebuah angka statistik yang menunjukkan bahwa hanya 1 dari 5 usaha baru yang mampu bertahan melewati masa 1 tahun pertamanya, kemudian dari yang tersisa tadi, hanya 1 dari 5 yang mampu melanjutkan perjalanan ke masa 5 tahun kemudian. Berarti hanya tinggal sekitar 4% perusahaan yang mampu bertahan untuk 5 tahun pertamanya.

JiIka data statistik tersebut tidak begitu jelas bagaimana mereka mengukurnya, berikut adalah hasil pencatatan Bertie Charles Forbes pada 1917 menjelang berakhirnya Perang Dunia I. Untuk kali pertama ia membuat peringkat 100 perusahaan Amerika terbesar pada masa itu. Peringkat disusun berdasarkan aset perusahaan karena pada masa itu data ini yang dianggap lebih akurat. Pada 1987 (sekitar 70 tahun kemudian), Majalah Forbes memuat kembali daftar pertama tadi. Hasilnya adalah tersisa 39 perusahaan yang masih beroperasi. Hanya 18 yang mampu bertahan di daftar Forbes 100 tahun 1987.

Data yang dipaparkan oleh Nassim Taleb dalam bukunya Black Swan sama seramnya dengan hasil yang disajikan oleh Majalah Forbes tadi. Dari 500perusahaan Amerika terbesar yang diperingkat oleh Standard & Poor’s pada1957, setelah 40 tahun kemudian hanya tersisa 74 perusahaan yang masih bercokol dalam daftar Standard & Poor’s 500 pada 1997.

Jika fakta data ini tidak diimbangi oleh fakta data lainnya, kemungkinan besar semangat orang yang ingin terjun dalam bidang wirausaha pasti akan sama redupnya dengan kemampuan bertahan perusahaan-perusahaan yang diceritakan sebelumnya.

 Posted on : 09/01/2013
Tags :