Categories : Artikel

 

Di antara semua organ tubuh manusia, mungkin yang menyimpan misteri terbesar adalah otak. Walaupun dunia kedokteran telah berkolaborasi dengan banyak disiplin bidang ilmu pengetahuan lain, rahasia organ ini masih belum terpecahkan sepenuhnya hingga hari ini.

Jika organ otak saja masih menyimpan misteri, bagaimana dengan hasil dari olah otak yang disebut mind?

Untuk mengetahui tentang pikiran dan perasaan, para peneliti melakukan sebuah percobaan yang melibatkan sepasang kembar identik. Kembar identic ini begitu mirip hingga ke cara mereka berpikir dalam membuat keputusan dan memilih pasangan.

Begitu mereka bangun tidur, percobaan pun dimulai dengan memberikan stimulasi musik yang gembira kepada kembar yang pertama dan musik yang melow kepada kembar kedua. Tidak lama kemudian, kembar yang pertama diberi tontonan film komedi, sedangkan kembar kedua diminta menyaksikan film melodrama. Mendekati tengah hari, kembar yang pertama diminta membaca tulisan yang berisikan banyak kata-kata motivasi. Sedangkan kembar yang kedua diberikan bacaan yang berisikan kata-kata yang tidak memberdaya.

Sekarang tibalah saatnya untuk menguji keadaan mental kedua kembar tersebut. Menurut para ahli jiwa, cara yang paling tepat untuk menguji suasana hati seseorang adalah dengan memperhatikan bagaimana ia berbelanja. Maka kedua kembar tersebut lalu diminta untuk berbelanja di sebuah mal. Kejutan pun terjadi. Kembar pertama menjadi lebih bergairah dalam berbelanja, dan kebalikannya terjadi pada kembar kedua. Apa yang terjadi dalam pikiran dan perasaan kedua kembar identik tersebut? Biasanya mereka memiliki mood yang hampir sama. Mengapa pada hari itu menjadi sangat jauh berbeda?

Percobaan tersebut merupakan salah satu eksperimen yang dilakukan oleh Robert Winston dalam seri The Human Mind produksi BBC London, untuk menunjukkan bagaimana faktor eksternal berperan dalam diri seseorang ketika mereka membuat keputusan. Sebagai manusia kita perlu sangat berhati-hati terhadap pengaruh eksternal yang masuk ke dalam diri karena secara sadar atau tidak, akan mempengaruhi bagaimana “mind” kita membuat keputusan.

Kata ‘mind’ dalam banyak literatur diterjemahkan hanya sebagai pikiran saja. Sepertinya penerjemahan ini perlu ditinjau kembali, karena dalam percobaan di atas menunjukkan bagaimana pikiran dan perasaan sebetulnya dapat saling mempengaruhi sebelum menghasilkan sebuah keputusan yang berupa perilaku. Hasil olah dari pikiran dan perasaan inilah yang disebut dengan mind.

 Posted on : 09/01/2013
Tags :