“Sangat Inspiratif! Sukses berwirausaha tidak ditentukan oleh pengetahuan dan modal dana saja, tapi ditentukan oleh pure mind dan berlandaskan pada nilai-nilai. Buku ini mampu memotret nilai-nilai yang ada dalam diri pengusaha Indonesia dalam membesarkan usahanya. Semoga menjadi amal untuk semua” — Lestary Luhur, Direktur Sales & Marketing METRO TV

cover9JP9 Jalan Pengusaha : Model 9 Tahapan Membangun Usaha Yang Berkelanjutan

Melalui buku ini, penulis mencoba membuat Model 9 tahapan perjalanan dalam memulai usaha dengan melakukan link and match pengalaman pribadi penulis dengan kisah para narasumber.

Model 9 tahapan tersebut didasari pada pertanyaan-pertanyaan:

  1. Apa alasan utama seseorang hingga perlu membangun usahanya? Atau, apa alasan utama seseorang sampai meninggalkan dunia profesional demi membangun usahanya sendiri?

  2. Jika ia sudah mampu menjawab pertanyaan no.1, maka pertanyaan berikutnya adalah jenis usaha apa yang akan ia tekuni?

  3. Kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam rangka membangun usahanya itu?

  4. Setiap orang biasanya memiliki guru yang ia kagumi dalam kehidupannya, dan sama halnya juga dalam berbisnis. Siapakah guru atau mentor yang memberi nasihat, tempat bertanya, dan memberi arahan ketika membangun usahanya?

  5. Pertanyaan di tahap ini menyangkut kinerja perusahaan. Bagaimana cara agar bisnisnya mampu tumbuh dan berkembang?

  6. Bagaimana ia menjalankan perusahaannya? Gaya manajemen dan budaya perusahaan seperti apa yang hendak ia terapkan?

  7. Jika perusahaan sudah memasuki usia yang sudah mapan. Bagaimana ia mempertahankan pertumbuhan bisnisnya?

  8. Apa dan bagaimana bentuk tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat?

  9. Apakah terpikirkan dalam dirinya bahwa seorang pengusaha sejati selayaknya menghasilkan pengusaha baru?

Khusus untuk pertanyaan no. 8 sepertinya tidak perlu menunggu perusahaan harus mapan dahulu ikut aktif dalam tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Hal ini sudah dapat dilakukan sejak perusahaan dibangun, tentu disesuaikan dengan kesanggupan sumber daya yang dimiliki.

Sebagian tahapan awal, perjalanan dari Model 9 tersebut sudah dilewati oleh penulis. Sebagian besar sisanya masih belum dilalui. Walau demikian, sebuah peta membangun usaha yang mampu tumbuh berkelanjutan kini sudah dimiliki oleh penulis.

Model ini juga kemudian menjawab kebingungan awal penulis ketika membangun perusahaan. Pendekatan Animal Economic atau Greedy Economic yang selama ini diyakini ternyata keliru besar, karena sebuah long lasting company justru harus bersandar pada Ethical Economy atau Green Economic. Hal ini didukung penuh oleh pernyataan para narasumber dalam buku ini yang mengatakan bahwa jujur atau tidak jujur dalam berbisnis bukanlah merupakan pilihan, tetapi merupakan sebuah keharusan.

Tidak mudah menampilkan perjalanan mental ini mengingat para founder dan CEO perusahaan ini adalah pribadi-pribadi yang fokus pada kerendah-hatian tanpa perlu diekspos sedemikian rupa. Namun, ada hal penting yang perlu dijejaki oleh bangsa ini, terutama calon pengusaha tentang pemelajaran bahwa bisnis tidak dapat dijalankan dengan mental biasa-biasa saja dan bagaimana tata minda (mindset) diset menjadi pikiran jernih (pure mind) di tengah godaan luar biasa untuk menjalankan bisnis secara bebas nilai.

 Posted on : 12/08/2013